5.7 C
New York
Kamis, Maret 5, 2026

Buy now

spot_img
Beranda blog Halaman 2

Lurah Kalimulya Tegaskan Dukungan: Kegiatan Keagamaan Jadi Pilar Persaudaraan Warga

0

Depok, 22 November 2025 — Keluarga besar Abdul Syukur Boya bersama warga Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema “Cahaya Maulid Menghidupkan Sunnah, Menebarkan Rahmat.” Acara berlangsung pada Sabtu (22/11/2025) di Kampung Kebon Duren, Jl. Kocen RT 002/002 Kalimulya, dan diikuti ratusan jamaah dari berbagai kalangan.

Peringatan Maulid ini turut dihadiri Lurah Kalimulya Abdul Kadir, S.E, unsur Babinsa, para tokoh masyarakat, puluhan anak yatim, serta warga sekitar. Hadir pula penceramah utama KH. Muhammad Shofwan—yang dikenal sebagai KH. Jaka Geledek—bersama RH. Dedi Irama dari Soneta Group dan KH. Abu Bakar Madris. Acara dipandu oleh Pelawak Mastur.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, disusul pembacaan rawi dan hadroh yang dipimpin Ustaz Mursyid. Setelah itu, panitia dan tokoh masyarakat menyampaikan sambutan sebelum acara memasuki tausiyah dari para penceramah.

KH. Abu Bakar Madris, mewakili Tokoh Masyarakat dan keluarga besar, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Maulid.

“Peringatan Maulid ini adalah momen untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW. Kami bersyukur masyarakat sangat antusias dan kompak dalam pelaksanaannya,” ujarnya.

Ketua Panitia Tatang Sarbini menekankan pentingnya kebersamaan warga.

“Acara ini terselenggara berkat gotong royong seluruh elemen masyarakat. Semoga kegiatan seperti ini terus menjadi tradisi kebaikan di Kalimulya,” katanya.

Perwakilan keluarga besar, Abdul Syukur Boya, turut menyampaikan apresiasi.

“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan acara Tasyakuran dan peringatan maulid dan Santunan ini . Semoga membawa keberkahan bagi kita semua,” ucapnya.

Lurah Kalimulya Abdul Kadir, S.E menegaskan dukungan pemerintah kelurahan terhadap kegiatan keagamaan.

“Peringatan Maulid ini bukan hanya syiar Islam, tetapi juga mempererat persaudaraan warga. Pemerintah kelurahan akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini,” tegasnya.

Dalam tausiyahnya, KH. Muhammad Shofwan mengajak jamaah meneladani sifat Nabi.
“Maulid adalah sarana mengingat kembali akhlak Rasulullah. Mari kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Sementara itu, RH. Dedi Irama memberikan pesan moral kepada para jamaah melalui dakwah dan Lagunya

“Kecintaan kepada Rasul harus tampak dalam sikap saling membantu dan menjaga persatuan,” ungkapnya.

Acara ditutup dengan penyerahan santunan kepada 150 anak yatim dan dhuafa dari lingkungan sekitar. Santunan tersebut diserahkan langsung oleh keluarga besar Abdul Syukur Boya serta Bunda Hj.Rosmawati dan disambut hangat oleh para jamaah sebagai wujud kepedulian sosial serta keberkahan Maulid Nabi.(Tim)

Kompolnas Soroti Tantangan Pengawasan Kepolisian di Tengah Kompleksitas Birokrasi

0

Jakarta — Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengawasan Fungsional/eksternal terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), terutama di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap kinerja aparat kepolisian.

Sikap tersebut disampaikan oleh Ketua Harian Kompolnas Drs Arief Wicaksono Sudiutomo dalam wawancara eksklusif bersama Moh Hatta Tahir, S.Sos mewakili Forum AsMEN yang tayang dalam kanal YouTube AsMEN Talk beberapa waktu yang lalu.

Ia membahas peran strategis Kompolnas dalam menjaga akuntabilitas institusi Polri, sejalan dengan upaya Presiden Prabowo untuk mereformasi institusi tersebut dengan membentuk tim Komisi percepatan reformasi Polri.

Dalam wawancara itu, Ketua Arief menjelaskan bahwa lembaga ini memiliki mandat untuk melakukan pemantauan serta memberikan saran dan rekomendasi terkait kinerja Polri, baik dalam aspek pelayanan publik, penegakan hukum, maupun urusan internal seperti etik dan disiplin anggota.

Mantan Anggota Pasukan Penjaga Perdamaian PBB ini, menjelaskan bahwa kompolnas adalah lembaga pengawas eksternal yang dibentuk untuk memastikan agar Polri tetap menjalankan tugasnya sesuai dengan prinsip profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas.

Mantan Atase Polri di Washington, D.C & Deputi Hukker BNN ini menyebutkan bahwa meningkatnya perhatian publik terhadap kasus-kasus besar yang melibatkan anggota kepolisian harus dijadikan momentum untuk memperkuat fungsi pengawasan.

Menurutnya, pengawasan yang efektif bukan hanya menyoroti kelemahan institusi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik melalui pembenahan tata kelola yang sistematis dan terukur.

“Tugas kami memastikan bahwa seluruh proses pengawasan berjalan objektif dan memberikan dorongan positif bagi perbaikan tata kelola internal Polri,” ujarnya dalam dialog tersebut.

Kompolnas juga menyoroti tantangan besar dalam mekanisme pengawasan kepolisian, yakni kompleksitas birokrasi internal serta perlunya konsistensi dalam penegakan aturan disiplin dan kode etik. Dalam berbagai kasus, proses internal Polri dinilai membutuhkan percepatan, transparansi, dan penyampaian informasi yang lebih terbuka kepada publik. Untuk itu, Kompolnas mendorong Polri untuk memperkuat kanal-kanal pengaduan masyarakat dan memastikan setiap laporan dapat diproses secara cepat, profesional, dan bebas dari konflik kepentingan.

Selain memperkuat sistem, Kompolnas menekankan pentingnya reformasi budaya organisasi di tubuh Polri. Reformasi dalam dimensi budaya & pelayanan disebut sangat penting agar perubahan bisa berjalan berkelanjutan. Integritas, tanggung jawab, dan keberanian untuk menindak pelanggaran internal menjadi faktor kunci dalam menghadirkan Polri yang semakin dipercaya. Transformasi budaya ini, menurut Kompolnas, harus terus ditanamkan pada seluruh anggota di berbagai tingkatan.

Meski demikian, Kompolnas juga menyampaikan apresiasi terhadap upaya-upaya perbaikan yang telah dilakukan Polri dalam beberapa tahun terakhir. Langkah-langkah modernisasi sistem pelayanan publik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan pemanfaatan teknologi informasi disebut sebagai kemajuan yang perlu dilanjutkan. Namun, Kompolnas mengingatkan bahwa upaya tersebut harus berjalan selaras dengan prinsip transparansi dan keterbukaan kepada publik.

Wawancara bersama Forum AsMEN ini dinilai menjadi ruang edukasi yang penting, terutama bagi masyarakat yang ingin memahami bagaimana mekanisme pengawasan eksternal bekerja dan sejauh mana Kompolnas menjalankan mandatnya. Diskusi tersebut sekaligus menegaskan bahwa pengawasan Polri bukan bertujuan melemahkan institusi, tetapi justru memperkuatnya melalui pembenahan berkelanjutan dan peningkatan kepercayaan publik.

Dengan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kinerja kepolisian, Kompolnas menegaskan bahwa mereka akan terus menjalankan fungsi pengawasan, memberikan rekomendasi, dan memastikan setiap langkah Polri berada pada jalur profesionalitas yang sesuai dengan amanat reformasi kepolisian.

Derry Sulaiman & Ratu Sikumbang Berbagi Semangat di Yayasan Rindang Indonesia

0

Suasana hangat menyelimuti kegiatan shilaturrahim ‘Ngopi’ (ngobrol perkara iman) dan ngobrol Inspiratif bersama Ustadz Derry Sulaiman digelar di Kobarin Cafe (sarana pendidikan wirausaha untuk anak binaan) Istana Yatim Yayasan Rindang Indonesia Jatimakmur, Pondokgede, Kota Bekasi, Jum’at (14/11/2025).

Acara bersama para pengurus dan civitas yayasan ini berlangsung penuh keakraban, canda, dan pesan-pesan kebaikan yang menyejukkan hati.

Dalam kesempatan kunjungan shilaturrahim kali yang ketiga ini, Ustadz Derry menyampaikan motivasi dakwah yang lembut namun menghujam, mengajak seluruh peserta untuk terus mendekat pada Allah, menjaga hati, serta menjadikan hidup sebagai ladang amal.

Mantan rocker yang sedang viral di medsos ini juga mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki peluang besar menjadi lebih baik setiap harinya, asalkan mau memulai dari hal-hal sederhana dengan niat yang tulus.

“Anak-anakku yatim dhuafa Yayasan Rindang Indonesia insya Allah kalian menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah, ahli surga, asalkan fokus kepada hafalan Al Qur’an dan jangan lupa tadaburi dan amalkan, semoga anak-anakku menjadi penyebar dan pendakwah kebaikan,” pesan Derry.

“Untuk orang-orang baik yang telah membantu kalian, doakan agar diampuni dosa-dosanya dan terus membawa manfaat buat banyak orang,” tambahnya.

Ikut menambah kemeriahan acara, hadir pula artis kelahiran Minang, Kak Ratu Frisillia Menes, yang akrab disapa Ratu Sikumbang. Kehadirannya memberi warna tersendiri bagi adik-adik yatim. Dengan senyum ramah dan kehangatan khasnya, Kak Ratu turut memberikan semangat dan dukungan moral agar anak-anak terus percaya diri, rajin belajar, serta berani bermimpi besar.

“Semangat, jaga kesehatan dan rajin belajar, tetap kompak adik-adik yatim Yayasan Rindang Indonesia, paling penting jangan lupa ibadah nomor satu, sukses untuk semua,” pesannya memotivasi adik adik yatim.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan, serta harapan agar kegiatan seperti ini menjadi rutin sebagai ruang silaturahim, pembinaan jiwa, dan penyemangat bagi keluarga besar Yayasan Rindang Indonesia.

Swasembada Pangan hingga Stabilitas, Direktur ToBe Institute: Soeharto Layak Mendapat Gelar Pahlawan Nasional

0

Jakarta, 8 November 2025 — Direktur Eksekutif ToBe Institute, Mochamad Imamudinussalam S.I.Kom angkat bicara menanggapi gelombang penolakan dari sejumlah organisasi masyarakat sipil terhadap wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden Soeharto. Menurutnya, pandangan yang menolak penghargaan tersebut perlu ditimbang ulang secara objektif agar tidak terjebak pada penilaian sepihak terhadap sejarah bangsa.

“Kita harus membaca sejarah dengan kepala dingin dan perspektif utuh. Soeharto adalah bagian penting dari perjalanan republik ini, dengan jasa yang nyata dan kontribusi besar terhadap menjaga kedaulatan bangsa dari agresi militer asing dan juga terhadap pembangunan nasional. Menolak pemberian gelar hanya karena menyoroti sisi gelap masa pemerintahannya adalah bentuk penyederhanaan sejarah,” ujar Direktur Eksekutif ToBe Instutute yang biasa disapa Imamuddin di Jakarta, hari ini.

Imamuddin menjelaskan bahwa konteks kepemimpinan Soeharto tidak bisa dilepaskan dari situasi geopolitik yang penuh ancaman pada masa itu. Indonesia baru saja keluar dari konflik ideologis dan menghadapi risiko disintegrasi nasional. Pasca kemerdekaan Soeharto yang juga dekat dengan Jenderal Sudirman mempertahankan wilayah Yogyakarta, memimpin operasi penumpasan komunis G30S/PKI, dan keberhasilan Supersemar. Kebijakan-kebijakan yang dianggap keras harus dilihat dalam bingkai keamanan negara, bukan semata dari kacamata masa kini yang damai.

“Kita tidak bisa menulis ulang sejarah dengan menghapus kontribusi yang terbukti mengangkat Indonesia dari krisis menuju stabilitas. Soeharto juga dekat dengan jenderal Sudirman, ditugaskan mempertahankan Yogyakarta dari agresi. Apalagi beliau adalah Presiden kedua RI” tegasnya.

“Program seperti swasembada pangan, pembangunan infrastruktur desa, teknologi, peningkatan kesejahteraan petani, hingga kebijakan ekonomi yang pro-rakyat. Kita tidak boleh menutup mata,” jelasnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa pemberian gelar pahlawan merupakan bentuk pemutihan sejarah atau legitimasi politik. Menurutnya, penghargaan kenegaraan tidak berarti menghapus kritik, melainkan mengakui kontribusi luar biasa seseorang terhadap bangsa dan negara.

“Gelar pahlawan merupakan pengakuan atas jasa besar yang telah memberi arah bagi perjalanan Indonesia. Kalau standar penilaian kita adalah kesempurnaan moral, maka tak seorang pun akan layak disebut pahlawan,” kata Imam.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa mekanisme pemberian gelar Pahlawan Nasional sudah diatur dengan ketat, sudah ada tim, melalui proses verifikasi dan pertimbangan Dewan Gelar serta Kementerian Sosial. Karena itu, tudingan bahwa prosesnya tertutup atau sarat kepentingan politik dinilai tidak berdasar.

“Usulan Soeharto menjadi pahlawan nasional itu sudah berkali-kali diusulkan, tahun 2008, 2010, 2015, dan 2016. Dan sebagian besar suara DPR dan para tokoh juga setuju. Jadi mau apalagi” ujarnya menegaskan.

Di akhir pernyataannya, Imamuddin menekankan pentingnya melihat sejarah secara adil, bukan emosional.”Bangsa besar adalah bangsa yang berani berdamai dengan masa lalunya secara utuh,” tutup M. Imamuddinussalam, Direktur Eksekutif ToBe Institute.

Yayasan Rindang Indonesia Bangun Karakter Warga Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

0

Kota Bekasi— Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Ruang aula utama Masjid Al-Wahab Yayasan Rindang Indonesia Kota Bekasi Jawa Barat ini dipenuhi suasana spiritualitas dan penuh kebersamaan, Minggu (28/9/2025).

Menampilkan tema ‘Meneladani Akhlaq Rasulullah SAW dalam Membangun Generasi Religius, Cinta Tanah Air, dan Mandiri Ekonomi’, acara ini digelar oleh para Ibu anggota Majelis Dzikir As-Salam Yayasan Rindang Indonesia.

Peringatan Maulid Nabi kali ini dihadiri oleh beragam audiens yang terdiri dari para ibu wali santri, warga masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pengurus dan para santri yatim binaan.

Selain memberikan tausyiah, acara juga dirangkai dengan program santunan sosial kebutuhan belajar untuk sekira 100 anak yatim dan dhu’afa sebagai wujud kepedulian sosial dan implementasi ajaran Rasulullah SAW untuk selalu mengasihi dan peduli terhadap anak-anak yatim.

Tampak sebagai penceramah utama, Ustadzah Khoirunnisa, S.H., yang mengingatkan pentingnya kaum muslimin untuk selalu menjawab sholawat dan menekankan bahwa kaum ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anak di rumah, sekaligus benteng pertahanan keluarga. Jika ada terjadi perselisihan dalam rumah tangga, ia mengajak untuk senantiasa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai solusi utamanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ustadzah Khoirunnisa juga menyampaikan kesan mendalam terhadap Yayasan Rindang Indonesia.
“Alhamdulillah Yayasan Rindang Indonesia ini berada di wilayah dekat Lembaga kami, Yayasan Pendidikan Miftahul Amal. Masyaallah, kami selalu berdoa semoga Yayasan Rindang Indonesia yang memang peduli dengan masyarakat-masyarakat, khususnya yatim dan dhuafa, semoga terus berkah, diberkahi oleh Allah SWT. Para civitas dan pengajarnya semua, senantiasa Allah kasih keberkahan hidupnya dunia sampai akhirat nanti,” ujarnya mendoakan.

“Anak-anak yang belajar di sini semoga mereka menjadi anak-anak yang shalihin dan shalihat. Terus sukses, terus maju, karena visi-misinya sangat luar biasa untuk membahagiakan orang-orang dhuafa dan juga yatama,” pungkasnya.

Kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini juga dimanfaatkan oleh pihak Yayasan Rindang Indonesia untuk menjadi sarana pembinaan karakter terhadap seluruh warga binaannya, terutama mengikuti teladan Nabi dalam hal membangun integritas dan kejujuran dalam segala hal, utamanya dalam mempersiapkan calon pemimpin masa depan bangsa.

M.Fauzi

TNI dan Masyarakat Bersatu

0

Jakarta, 24 September 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Komando Distrik Militer (Kodim) 0502/Jakarta Utara menggelar kegiatan sosial bertajuk “Serbuan Teritorial TNI Berbagi 1000 Paket Sembako dan 1000 Makan Gratis, TNI Peduli Lingkungan Ciliwung Bening” di RPTRA Kalijodo, Jakarta Utara, Rabu (24/9).

Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur pejabat pemerintahan, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta organisasi kepemudaan dan keagamaan.

Turut hadir Walikota Administrasi Jakarta Utara, Kapolres Metro Jakarta Utara, Kajari Jakarta Utara, Kepala Dinas SDA, Camat Penjaringan, serta para pimpinan ormas dan tokoh lintas agama.

Dandim 0502/JU Letkol Inf Doni Priambodo, S.M., Tr.(Han)., M.I.Pol, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari wujud pengabdian TNI kepada rakyat.

“Serbuan Teritorial dalam rangka HUT ke-80 TNI ini bukan hanya sebatas bantuan sosial, namun juga wujud kebersamaan TNI dengan masyarakat untuk menjaga lingkungan dan memperkuat solidaritas sosial.

Kami juga mengapresiasi dukungan Perkumpulan Pengusaha Jasa Boga Indonesia (PPJI) yang ikut terlibat dalam penyediaan makan gratis bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain berbagi 1000 paket sembako dan 1000 makan gratis, kegiatan juga dirangkaikan dengan Karya Bakti (Karbak) membersihkan lingkungan dan sungai, melibatkan prajurit TNI bersama warga dan aparat terkait.

Adapun titik sasaran kegiatan sosial ini meliputi:

  1. RPTRA & Sungai Ciliwung Kalijodo
  2. Terminal Tanjung Priok
  3. Waduk RW Badak, Kelurahan Rawa Badak Selatan
  4. Pasar Tradisional Pegangsaan, Kecamatan Kelapa Gading
  5. Kampung Sawah, Kelurahan Semper Timur

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat seperti Banser NU, Pemuda Muhammadiyah, Ansor, FBR, FKPPI, PPM, Mitra Jaya, serta PPSU Kecamatan Penjaringan.

Melalui kegiatan HUT TNI ke-80 ini, Kodim 0502/JU berharap semakin memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di Jakarta Utara.

Semper Barat Jadi Saksi Hadirnya Dapur Ketiga SPPG

0

Jakarta – Upaya peningkatan pemenuhan gizi masyarakat kembali diperkuat melalui peresmian dapur baru yang digelar di wilayah Jakarta Utara.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah naungan Yayasan Indahnya Kebersamaan Marhamah (YIKM), bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN), meresmikan dapur ketiga mereka di Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing.

Acara peresmian berlangsung pada Rabu, 17 September 2025, di Jalan SMA Negeri 75 No. 7-5, RT 4 RW 4, Semper Barat. Kehadiran masyarakat tampak antusias menyambut langkah baru dalam pelayanan gizi tersebut.

Sejumlah tokoh penting hadir dalam acara itu, di antaranya pengurus YIKM, perwakilan Badan Gizi Nasional, aparatur pemerintahan setempat, serta relawan yang selama ini aktif mendukung gerakan pemenuhan gizi.

Ketua Umum Asistensi Media Nasional (AsMEN), Nurkholis CPLA, turut hadir menyaksikan momen bersejarah tersebut. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap program yang dinilai strategis untuk masa depan bangsa.

Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Alquran yang dibacakan oleh Ustaz Dika. Para hadirin dengan khidmat mendengarkan doa agar kegiatan dapur ini membawa keberkahan bagi masyarakat sekitar.

Setelah pembacaan ayat suci, hadirin bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suasana penuh khidmat menggema, menegaskan semangat nasionalisme yang menyatu dengan gerakan sosial.

Kegiatan dipandu oleh MC, Rani, yang memperkenalkan jajaran tokoh yang hadir. Penyebutan satu per satu nama tamu undangan menjadi bentuk penghormatan terhadap semua pihak yang telah mendukung.

Perwakilan Komando Rayon Militer (Koramil) 05 Cilincing, Mayor Armen Nawang, menyampaikan sambutan mewakili Dandim 0502 Jakarta Utara. Ia menjelaskan bahwa kehadirannya sekaligus menjadi momen perkenalan karena baru dua minggu bertugas di wilayah tersebut.

Mayor Armen menyampaikan rasa syukur atas peresmian dapur ini. Ia mengatakan, “Alhamdulillah, dapur SPPG ini hadir untuk mendukung program pemerintah dalam pemenuhan gizi anak-anak dan masyarakat.”

Ia menegaskan bahwa keberadaan dapur pelayanan gizi sangat penting. Menurutnya, dapur ini dapat mendukung anak-anak sekolah dari tingkat TK hingga SMA, termasuk ibu hamil dan anak-anak yang rentan stunting.

Dalam sambutannya, Mayor Armen juga mengingatkan bahwa pengelolaan dapur harus dijaga dengan standar kebersihan dan kualitas terbaik. Ia menambahkan, “Pelayanan ini tanggung jawab bersama. Kita harus pastikan dapur ini higienis dan maksimal.”

Ketua Umum Yayasan Indahnya Kebersamaan Marhamah, Dr. Vathurrohman, turut menyampaikan sambutannya. Ia mengungkapkan rasa syukur dan bahagia atas diresmikannya dapur SPPG di Semper Barat.

Dr. Vathurrohman menyatakan, “Hari ini kita meresmikan dapur yang insyaallah menjadi keberkahan bagi anak-anak bangsa. Semoga dapur ini mampu mendukung program pemerintah dalam mengurangi angka stunting.”

Ia menekankan bahwa dapur pelayanan gizi merupakan bagian dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, program makan bergizi gratis adalah langkah monumental.

Dalam sambutannya, Vathurrohman juga menyoroti besarnya dampak program ini terhadap perekonomian nasional. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan bahan baku pangan akan membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan sektor pertanian serta peternakan.

Lebih jauh, ia menambahkan bahwa manfaat dari program ini bukan hanya bagi kesehatan anak, melainkan juga peningkatan kualitas pendidikan. Anak-anak yang mendapat asupan bergizi akan lebih fokus dan bersemangat dalam belajar.

Kepala SPPG Semper Barat 1, Saiful, turut memberikan sambutan. Ia mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin dapur pelayanan gizi di wilayah tersebut.

Saiful menyampaikan, “Ini adalah amanah besar yang saya terima. Saya berharap kolaborasi seluruh tim dan dukungan masyarakat dapat menjadikan dapur ini bermanfaat bagi generasi penerus.”

Rangkaian acara ditutup dengan prosesi pemotongan pita sebagai tanda resmi dibukanya dapur SPPG Semper Barat 1. Tepuk tangan meriah mengiringi momen simbolis tersebut, menandai awal dari langkah nyata dalam memperkuat gerakan pemenuhan gizi masyarakat.

Resmikan SPPG Sunter Agung 1 Program MBG, Ini Pesan Dandim 0502/JU Dony Gredinand

0

Jakarta – Ditandai gunting pita dan pemotongan tumpeng, Dandim 0502/JU Dony Gredinand resmikan pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sunter Agung di Jakarta Utara, Selasa, 16 September 2025.

SPPG merupakan dapur umum untuk memasak dan mendistribusikan makanan bergizi guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto.

Peresmiam ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, melalui pengentasan permasalahan gizi buruk dan stunting di Indonesia.

Dapur SPPG mendukung tumbuh kembang anak-anak, kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui, serta meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air.

Dandim 0502 Jakarta Utara, Kolonel Infanteri Dony Gredinand menyambut baik keberadaan SPPG di Sunter Agung.

“Dapur SPPG disiapkan untuk generasi bangsa mendapatkan asupan gizi yang cukup, sehat, dan seimbang, agar mereka tumbuh menjadi generasi emas Indonesia di masa depan,” tuturnya.

Terkait dengan peranserta Kodim 0502/JU dengan progran MBG, Dony mengatakan pihaknya mendorong, mendukung, mendampingi, termasuk membantu komunikasikan yang baik.

“Contohnya, sekitar lingkungan ini mungkin ada dapur 1, dapur 2, dapur 3, untuk jangan berebut masalah sekolah, diharapkan dari yang ada di area ini, semua akan mendapatkan sesuai instruksi dari pemerintah pusat,”ucapnya lagi.

Di Jakarta Utara sendiri, target dapur MBG sebanyak 124, saat ini sudah 26 dapur.

Selanjutnya kepada pengelola SPPG di Sunter Agung Dony berpesan untuk dapat memberdayakan masyarakat setempat

“Salah satu tujuan MBG untuk memberdayakan ekonomi masyarakat. Untuk itu, keberadaan SPPG ini juga hendaknya dapat memberdayakan masyarakat sekitar,” ucapnya.

Dandim 0502/JU Dony mneghimbau stakeholder pemerintahan, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, maupun berbagai elemen masyarakat, untuk bersama-sama mendukung kesuksesan program MBG ini.

“supaya Dapur MBG berjalan baik, berkelanjutan dan berkesinambungan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di Jakarta Utara” ucapnya.

Program ini diawasi Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, dan sistem digital nasional.

Dapur SPPG Sunter Agung 1 saat ini melayani MBG bagi 3.117 siswa di wilayah Sunter Agung. *

Kementerian Pertahanan RI Gelar Sosialisasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara Lingkup Pekerja di Kabupaten Jember

0

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menggelar Sosialisasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara Lingkup Pekerja di Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur dalam rangka menyebarluaskan Nilai Dasar Bela Negara. Amanat Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Laksda TNI Sri Yanto yang dibacakan Direktur Bela Negara Ditjen Pothan Kemhan Brigadir Jenderal TNI G.Eko Sunarto, S.Pd., M.Si dihadapan peserta Sosialisasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara Lingkup Pekerja pada saat pembukaan Sosialisasi di Hotel Aston Jember pada Rabu 20 Agustus 2025.

Dalam sambutannya Dirjen Pothan Laksda TNI Sri Yanto menyampaikan bahwa Bela Negara tidak hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Pertahanan dan TNI semata, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh Kementerian/Lembaga
termasuk Pemda serta seluruh komponen bangsa lainnya.

Bela Negara bagi lingkup pekerja merupakan bagian dari upaya membangun sikap mental dan karakter bangsa serta merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dari Asta Cita Kabinet Merah Putih serta membangun revolusi mental. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun dan menanamkan sikap mental dan perilaku warga negara untuk senantiasa cinta kepada tanah air, memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara, setia pada Pancasila sebagai idiologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara serta memiliki kemampuan awal bela negara.

Menghadapi dinamika perkembangan ancaman nyata menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi penentu bagi keberlangsungan bangsa dan negara. Sumber daya manusia tidak hanya menguasai ilmu pengetahaun dan tehnologi, tetapi juga harus memiliki kesadaran bela negara yang kuat, salah satu upaya yang dilakukan dengan melaksanakan Pembinaan Kesadaran Bela Negara.

Disisi lain, Bupati Jember diwakili oleh Ketua DPRD Kab Jember H. Ahmad Halim, S.Sos juga mengatakan bahwa sebagai daerah yang terus berkembang, Pemerintah Kabupaten Jember telah mengambil langkah-langkah yang bertujuan untuk melibatkan warga secara proaktif berpartisipasi menyampaikan perkembangan di wilayahnya masing-masing dan nantinya akan menjadi bagian dari upaya untuk membangun dan menciptakan konsolidasi, koordinasi, sinergi serta integrasi penyelenggaraan Pembinaan Kesadaran Bela Negara.

Hadir dalam acara pembukaan Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara Lingkup Pekerja adalah para pejabat Forkopimda Kabupaten Jember dan para Narasumber dengan peserta Lingkup pekerja yang yang hadir dari ASN, Pegawai BUMN, BUMD, Swasta serta PNS TNI dan Polri.

Narasumber pada kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara di lingkup Pekerja TA. 2025 kali ini, dari Kementerian Pertahanan adalah Kolonel Adm Amiruddin Laupe Kasubdit Lingja, Kolonel Arm Agus Junaidi Analis Kebijakan Madya Bidang Tekpol Ditbelneg Ditjen Pothan Kemhan RI dengan materi Nilai Dasar Bela Negara dan Sishankamrata, Kanwil Kemenag Kab. Jember dengan materi moderasi Beragama dan Bela Negara, Kadiskominfo Kab Jember dengan materi Bijak Dalam Bermedia Sosial dan dari Kaban Kesbangpol Kabupaten Jember dengan materi Peran kearifan lokal dalam Bela Negara.

Dedy Corbuzier dan Direktur Bela Negara Brigjen TNI G. Eko Sunarto Sosialisasikan PKBN ke 6.000 Mahasiswa UPN Yogyakarta

0

Yogyakarta – Direktorat Bela Negara Kementerian Pertahanan RI bersama Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) menggelar Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) di Auditorium W.R. Supratman, Senin (11/8/2025).

Kegiatan yang diikuti sekitar 6.000 mahasiswa S1 dan pascasarjana ini menghadirkan dua narasumber, yakni Staf Khusus Menteri Pertahanan RI, Letkol TNI Tituler Deodatus Andreas Dedy Cahyadi Sundjoyo atau Dedy Corbuzier, dan Direktur Bela Negara Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI G. Eko Sunarto, S.Pd., M.Si.

Rektor UPNVY dalam sambutannya menegaskan bahwa pemahaman bela negara bagi generasi muda menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan zaman, terlebih di tengah derasnya arus informasi dan perubahan global.

Dalam paparannya, Dedy Corbuzier mengungkapkan bahwa ancaman terhadap bangsa kini tidak lagi sebatas serangan fisik.

“Ancaman yang lebih berbahaya datang melalui hoaks, adu domba, framing opini, dan pembodohan massal. Salah satunya lewat tayangan sinetron azab di televisi yang menanamkan logika tidak sehat,” ujarnya.

Ia menambahkan, media sosial kerap dimanfaatkan untuk propaganda dan perang opini yang dapat memecah belah bangsa.

“Kita dicuci otak lewat filter AI, tanpa sadar membuat mental kita lemah. Karena itu, bela logika jadi modal penting untuk bela negara,” tegasnya.

Sementara itu, Brigjen TNI G. Eko Sunarto menegaskan bahwa bela negara bukan hanya pengabdian fisik, tetapi juga kontribusi strategis dalam penguasaan teknologi, inovasi pertahanan, dan pengembangan kapasitas diri untuk menghadapi tantangan bangsa yang semakin kompleks.

“Indonesia ada karena pendahulu kita memiliki hati nurani bela negara di dada. Semangat ini harus ditularkan kepada sesama. Di era digitalisasi, mahasiswa harus menjadi motor penggerak kemandirian bangsa dengan kreativitas, riset dan penguasaan teknologi yang selaras dengan semangat bela negara,” ujarnya.

Direktur Bela Negara, Brigjen TNI G. Eko Sunarto, S.Pd., M.Si.

 

Menurutnya, aksi nyata bela negara di kalangan mahasiswa dapat diwujudkan melalui pengembangan teknologi pertahanan siber, inovasi kecerdasan buatan, hingga keterlibatan aktif dalam program riset strategis yang memperkuat posisi Indonesia di kancah global.

“Garis antara perang dan damai semakin tipis. Kualitas SDM menjadi penentu dan bela negara harus tertanam kuat di hati dan sanubari,” tambahnya.

Ia menekankan, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan komunitas akademisi menjadi pilar utama membangun ekosistem pertahanan yang tangguh. Perguruan tinggi diharapkan menjadi inkubator ide dan pusat riset teknologi yang berorientasi pada kepentingan strategis bangsa, sementara para akademisi berperan membimbing pengembangan ilmu pengetahuan agar sejalan dengan nilai bela negara.

Tampak hadir jajaran Direktorat Bela Negara antara lain Kasubdit Lingdik Direktorat Bela Negara Kolonel Infanteri Adang Suherlan, Letkol CBA Dike Kusuma, Letkol Cku Erwin, PNS Yamin, PNS Ayu, serta Pelda Hanafi. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan penuh terhadap pembinaan kesadaran bela negara di lingkungan kampus.