{"id":3255,"date":"2025-07-24T00:29:58","date_gmt":"2025-07-24T00:29:58","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiasakti.id\/?p=3255"},"modified":"2025-07-24T00:29:58","modified_gmt":"2025-07-24T00:29:58","slug":"klenteng-palace-jakarta-rayakan-ulang-tahun-ke-24-dewa-fatchukoung-dan-bakti-pengobatan-tradisional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiasakti.id\/index.php\/2025\/07\/24\/klenteng-palace-jakarta-rayakan-ulang-tahun-ke-24-dewa-fatchukoung-dan-bakti-pengobatan-tradisional\/","title":{"rendered":"Klenteng Palace Jakarta Rayakan Ulang Tahun ke-24 Dewa Fatchukoung dan Bakti Pengobatan Tradisional"},"content":{"rendered":"<p>Indonesia Sakti, Jakarta Barat \u2013 Perayaan ulang tahun ke-24 Dewa Fatchukoung berlangsung khidmat dan penuh nuansa spiritual di Klenteng Palace Jakarta yang berlokasi di Jalan Seni Budaya Raya No. 12, Pasar Medan, RT 5\/5 Jelambar Baru, Jakarta Barat, pada akhir pekan ini.<\/p>\n<p>Acara ini dihadiri ratusan umat Tionghoa dari berbagai penjuru Ibu Kota yang datang untuk memberikan penghormatan dan berdoa kepada Dewa Fatchukoung, yang dikenal sebagai dewa keberuntungan, kemakmuran, dan rezeki.<\/p>\n<p><img alt=\"\" fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-3252 size-full\" src=\"http:\/\/indonesiasakti.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250724-WA0004.jpg\" alt=\"\" width=\"960\" height=\"1280\" srcset=\"https:\/\/indonesiasakti.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250724-WA0004.jpg 960w, https:\/\/indonesiasakti.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250724-WA0004-225x300.jpg 225w, https:\/\/indonesiasakti.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250724-WA0004-768x1024.jpg 768w, https:\/\/indonesiasakti.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250724-WA0004-150x200.jpg 150w, https:\/\/indonesiasakti.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250724-WA0004-300x400.jpg 300w, https:\/\/indonesiasakti.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250724-WA0004-696x928.jpg 696w\" sizes=\"(max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><\/p>\n<p>Perayaan ini dipimpin oleh Suhu Wima, pemuka spiritual yang selama ini membimbing umat dalam berbagai aktivitas keagamaan di klenteng tersebut. Ia memandu rangkaian sembahyang, blessing (pemberkatan), serta ritual bakar hio di hadapan altar utama yang mempersembahkan patung Dewa Fatcukoung.<\/p>\n<p>\u201cSembahyang hari ini adalah bentuk penghormatan dan ucapan syukur atas berkah dan perlindungan yang telah diberikan oleh Dewa Fatchukoung selama ini. Semoga di usia ke-24 ini, energi spiritual Dewa semakin kuat melindungi umat,\u201d ujar Suhu Wima kepada awak media.<\/p>\n<p>Perayaan ini tidak hanya diisi dengan ritual keagamaan, tetapi juga kegiatan pengobatan alternatif yang dibuka untuk umum. Beberapa tabib tradisional hadir memberikan terapi kesehatan holistik seperti totok syaraf, pijat energi, serta ramuan herbal khas Tiongkok kepada umat dan pengunjung.<\/p>\n<p>Menurut panitia acara, pengobatan alternatif ini merupakan bagian dari tradisi panjang komunitas Tionghoa yang menyatukan unsur spiritual dan kesehatan jasmani dalam satu harmoni. \u201cKesehatan rohani dan jasmani sama pentingnya. Itulah mengapa dalam perayaan ulang tahun dewa, kami juga membuka layanan pengobatan alternatif sebagai bentuk pengabdian sosial,\u201d terang Hendra, salah satu panitia.<\/p>\n<p>Rangkaian acara dimulai sejak sore hari dengan pembersihan altar dan penyusunan sesaji berupa buah-buahan, bunga, dan lilin. Setelah itu, para umat secara bergantian melakukan sembahyang dan membakar hio (dupa) sambil menyampaikan harapan dan doa.<\/p>\n<p>Yang menarik, suasana di dalam klenteng tampak penuh warna dengan ornamen khas Tiongkok, seperti lampion merah, kain sutra emas, serta musik tradisional yang menambah kekhidmatan suasana. Anak-anak hingga lansia turut serta dalam upacara ini, menandakan perayaan ini bukan hanya seremoni spiritual, tapi juga peristiwa budaya yang mempererat komunitas.<\/p>\n<p>\u201cAcara ini juga menjadi ajang silaturahmi antarumat dan memperkuat kebersamaan. Apalagi di tengah kehidupan kota yang makin individualis, acara seperti ini mengingatkan kita akan pentingnya tradisi dan nilai kebersamaan,\u201d ujar Jason, salah satu peserta yang rutin hadir tiap tahun.<\/p>\n<p>Perayaan ulang tahun Dewa Fatchukoung ke-24 ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai spiritual dan budaya tetap hidup dan tumbuh subur di tengah masyarakat urban Jakarta. Selain menjadi tempat beribadah, Klenteng Palace Jakarta juga berfungsi sebagai pusat pelestarian nilai-nilai leluhur, yang mengajarkan harmoni, kebajikan, dan keseimbangan dalam hidup.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia Sakti, Jakarta Barat \u2013 Perayaan ulang tahun ke-24 Dewa Fatchukoung berlangsung khidmat dan penuh nuansa spiritual di Klenteng Palace Jakarta yang berlokasi di Jalan &#8230; <a title=\"Klenteng Palace Jakarta Rayakan Ulang Tahun ke-24 Dewa Fatchukoung dan Bakti Pengobatan Tradisional\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/indonesiasakti.id\/index.php\/2025\/07\/24\/klenteng-palace-jakarta-rayakan-ulang-tahun-ke-24-dewa-fatchukoung-dan-bakti-pengobatan-tradisional\/\" aria-label=\"More on Klenteng Palace Jakarta Rayakan Ulang Tahun ke-24 Dewa Fatchukoung dan Bakti Pengobatan Tradisional\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3251,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"none","_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":{"0":"post-3255","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-uncategorized","8":"resize-featured-image"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiasakti.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3255","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiasakti.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiasakti.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiasakti.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiasakti.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3255"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/indonesiasakti.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3255\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3258,"href":"https:\/\/indonesiasakti.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3255\/revisions\/3258"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiasakti.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3251"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiasakti.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3255"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiasakti.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3255"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiasakti.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3255"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}