{"id":2954,"date":"2025-07-14T07:47:13","date_gmt":"2025-07-14T07:47:13","guid":{"rendered":"http:\/\/indonesiasakti.id\/?p=2954"},"modified":"2025-07-14T07:47:13","modified_gmt":"2025-07-14T07:47:13","slug":"erick-sg-hits-maker-musik-reggae-rilis-pelic-di-hari-musik-reggae-internasional-serukan-perdamaian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiasakti.id\/index.php\/2025\/07\/14\/erick-sg-hits-maker-musik-reggae-rilis-pelic-di-hari-musik-reggae-internasional-serukan-perdamaian\/","title":{"rendered":"Erick SG Hits Maker Musik Reggae Rilis Pelic di Hari Musik Reggae Internasional, Serukan Perdamaian"},"content":{"rendered":"<p>Erick SG yang selama ini dikenal sebagai seniman musik reggae sekaligus hitsmaker dan tokoh sentral grup band \u2018Sukir Genk\u2019 yang memainkan musik beraliran reggae asal kota Wonogiri, Jawa Tengah itu, kini merilis single terbarunya bertitel \u2018Pelic\u2019 bersama label \u2018Transparan Musik\u2019.<\/p>\n<p>Menariknya, single \u2018Pelic\u2019 yang menyerukan perdamaian dan spirit inspiratif ini dirilis bertepatan dalam menyambut momen \u2018Hari Musik Reggae Internasional\u2019 yang diperingati setiap tanggal 1 Juli. Mengenai hal ini Erick SG sampaikan saat ditemui di kantor Transparan Musik di kawasan Cibubur City.<\/p>\n<div class=\"google-auto-placed ap_container\"><ins class=\"adsbygoogle adsbygoogle-noablate\" data-ad-format=\"auto\" data-ad-client=\"ca-pub-6296906319853012\" data-adsbygoogle-status=\"done\" data-ad-status=\"unfilled\"><\/p>\n<div id=\"aswift_1_host\"><span style=\"font-size: inherit;\">\u201cAlhamdulillah Single \u2018Pelic\u2019 merupakan karya lagu ke-100 yang saya ciptakan dan rilis di momen Hari Musik Reggae Internasional. Selama ini saya berkarya dan manggung di pulau Jawa. Lewat Transparan Musik saya ingin karya lagu-lagu yang dihasilkan bisa dikenal lebih luas lagi,\u201d papar pemilik nama lengkap Erick Rahardian, kelahiran Wonogiri 20 Februari 1989 itu.<\/span><\/div>\n<p><\/ins><\/div>\n<div class=\"google-auto-placed ap_container\"><ins class=\"adsbygoogle adsbygoogle-noablate\" data-ad-format=\"auto\" data-ad-client=\"ca-pub-6296906319853012\" data-adsbygoogle-status=\"done\" data-ad-status=\"unfilled\"><\/p>\n<div id=\"aswift_2_host\"><span style=\"font-size: inherit;\">Menurutnya, single \u2018Pelic\u2019 ciptaannya ini bertema perdamaian dan multi spirit (penyemangat) yang inspiratif. Banyak pesan moral yang disampaikan pada lirik lagu ini. Diantaranya: mengajak semua orang intropeksi, jangan putus asa, selalu melangkah untuk masa depan meski melewati ujian cobaan, jangan sombong, optimis menuju jalan kebenaran, dan serukan perdamain agar tetap bersatu.<\/span><\/div>\n<p><\/ins><\/div>\n<div class=\"google-auto-placed ap_container\"><ins class=\"adsbygoogle adsbygoogle-noablate\" data-ad-format=\"auto\" data-ad-client=\"ca-pub-6296906319853012\" data-adsbygoogle-status=\"done\" data-ad-status=\"unfilled\"><\/p>\n<div id=\"aswift_3_host\"><span style=\"font-size: inherit;\">Hari Musik Reggae Internasional itu sendiri pertama kali diadakan pada tanggal 1 Juli 1994, sebagai bentuk penghormatan terhadap pesan inspiratif yang disampaikan oleh Winnie Mandela mengenai musik reggae. Peringatan ini juga menjadi kesempatan untuk mendukung para seniman reggae, menggali lebih dalam sejarah dan dampak budaya reggae, serta berbagi pengetahuan tentang musik ini dengan orang lain.<\/span><\/div>\n<p><\/ins><\/div>\n<div class=\"google-auto-placed ap_container\"><ins class=\"adsbygoogle adsbygoogle-noablate\" data-ad-format=\"auto\" data-ad-client=\"ca-pub-6296906319853012\" data-adsbygoogle-status=\"done\" data-ad-status=\"unfilled\"><\/p>\n<div id=\"aswift_4_host\"><span style=\"font-size: inherit;\">Peringatan ini juga bertujuan untuk merayakan musik reggae dan pengaruhnya terhadap budaya Jamaika, serta sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat Karibia yang telah memperkenalkan musik ini ke seluruh dunia.<\/span><\/div>\n<p><\/ins><\/div>\n<p>Ini juga yang melatar belakangi Eric SG merilis single \u2018Pelic\u2019 di momen Hari Musik Reggae Internasional. Sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi Erick SG Mengingat selama ini Erick SG dikenal sebagai seniman musik musik reggae dan pencipta lagu untuk penyanyi terkenal Indonesia. Selain itu, Erick SG ingin karya lagu-lagunya dikenal di level dunia, tentunya lewat all platform digital, seperti Spotify,YouTube, Tiktok, iTunes dan sebagainya.<\/p>\n<p>Selama ini karya lagu Erick SG banyak yang ngetop dikalangan industri musik Jawa populer. Diantaranya: \u2018Marai Cemburu\u2019, \u2018Bidadari Kesleo\u2019, \u2018Si Belang\u2019, \u2018Rencho\u2019, \u2018Pupusing Nelongso\u2019, dan \u2018Dikira Preman\u2019.<\/p>\n<div class=\"google-auto-placed ap_container\"><ins class=\"adsbygoogle adsbygoogle-noablate\" data-ad-format=\"auto\" data-ad-client=\"ca-pub-6296906319853012\" data-adsbygoogle-status=\"done\" data-ad-status=\"unfilled\"><\/p>\n<div id=\"aswift_5_host\"><span style=\"font-size: inherit;\">Bahkan karya lagunya sering dinyanyikan oleh artis terkenal tanah air, diantaranya: Happy Asmara, Via Vallen, Nella Kharisma, Eny Sagita, Shinta Arsinta, Niken Salindry dan Ndaru Ndarboy.<\/span><\/div>\n<p><\/ins><\/div>\n<p>Perjalanan karir di dunia musik, Erick SG bermusik sejak berada di bangku SD kelas 6 dan berkarya menciptakan lagu sejak di bangku sekolah SMA di Wonogiri. Pada single \u2018Pelic\u2019 ini ia tampil solois. Namun ia juga masih \u201cmengarsitek\u201d karya lagu dan dedengkot di grup bandnya \u2018Sukir Genk\u2019.<\/p>\n<p>Hingga kini sudah ratusan lagu yang dihasikannya. Eksistensi dirinya di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah mengakar. Penggemarnya dari kalangan generasi muda hingga dewasa sudah terbentang. Jadwal manggung (out door dan in door) selalu dipadati penonton dan konsernya selalu ditunggu.<\/p>\n<div class=\"google-auto-placed ap_container\"><ins class=\"adsbygoogle adsbygoogle-noablate\" data-ad-format=\"auto\" data-ad-client=\"ca-pub-6296906319853012\" data-adsbygoogle-status=\"done\" data-ad-status=\"unfilled\"><\/p>\n<div id=\"aswift_6_host\"><span style=\"font-size: inherit;\">Dipilihnya Tanto selaku music director untuk single \u2018Pelic\u2019 ini, selain ia juga seorang praktisi pengalaman di dunia sound recording. Tanto yang dikenal luas oleh musisi musisi Jogya dengan T Sudio yang berlokasi di Yogyakarta. Ia sudah banyak menangani artis musik dan project nasional. Diantaranya: Denny Caknan, Keith Martin feat. Luanada, Clarice feat. Kevin Aprilio, Jikustik, Ada Band, Rieka Roslan, KFC Music Hit List 3, OST. Film Rambut Kafan, dan Toyota New Yaris 2022.<\/span><\/div>\n<p><\/ins><\/div>\n<p>Erick SG optimis single \u2018Pelic\u2019 ini nantinya diapresiasi publik musik dan menjadi sesuatu. Ia juga yakin kolaborasi dalam bekerja sama dengan label Transparan Musik bisa mengakomodir karya lagu-lagunya.<\/p>\n<p>\u201cSelain kerjasama yang fair dan bijak dengan Transparan Musik, label ini aku rekomendari untuk para musisi Indonesia dalam berkarya dan eksis di dunia entertainment musik,\u201d pungkas Erick SG.<\/p>\n<p>Abe Albaits selaku CEO Transparan Musik, optimis dengan karya musik dari artis perdananya Erick SG akan eksis di dunia musik. Selain itu, ini merupakan project percontohan bagi para musisi tanah air yang ingin eksis dan berkonsep, sesuai genre musiknya. Seperti single \u2018Pelic\u2019 dari Erick SG yang dirilis bertepatan dengan momen peringatan Hari Musik Reggae Internasional itu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Erick SG yang selama ini dikenal sebagai seniman musik reggae sekaligus hitsmaker dan tokoh sentral grup band \u2018Sukir Genk\u2019 yang memainkan musik beraliran reggae asal &#8230; <a title=\"Erick SG Hits Maker Musik Reggae Rilis Pelic di Hari Musik Reggae Internasional, Serukan Perdamaian\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/indonesiasakti.id\/index.php\/2025\/07\/14\/erick-sg-hits-maker-musik-reggae-rilis-pelic-di-hari-musik-reggae-internasional-serukan-perdamaian\/\" aria-label=\"More on Erick SG Hits Maker Musik Reggae Rilis Pelic di Hari Musik Reggae Internasional, Serukan Perdamaian\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2955,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":{"0":"post-2954","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-uncategorized","8":"resize-featured-image"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiasakti.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2954","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiasakti.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiasakti.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiasakti.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiasakti.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2954"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/indonesiasakti.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2954\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2956,"href":"https:\/\/indonesiasakti.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2954\/revisions\/2956"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiasakti.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2955"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiasakti.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2954"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiasakti.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2954"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiasakti.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2954"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}