Close Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Info Terkini: Prabowo Minta Semua Pihak Dukung Penuh Upaya BNN: Jangan Ada Ego Sektoral

Info Terkini: Penampakan Uang Rp 165 Miliar Hasil Sitaan TPPU Narkotika BNN, Ditumpuk Berbentuk Piramida

Info Terkini: Perkuat Integritas dan Profesionalisme, Polda Banten Gelar Pembinaan Rohani Personel

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini
indonesiasakti.id
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini
indonesiasakti.id
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»Wajib Tahu: Simposium Nasional Al-Zaytun Rumuskan Konsep Pendidikan Berasrama untuk Indonesia Emas 2045
Terkini

Wajib Tahu: Simposium Nasional Al-Zaytun Rumuskan Konsep Pendidikan Berasrama untuk Indonesia Emas 2045

penulisBy penulisJuni 5, 2026 6:59 am003 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Indramayu, 31 Mei 2026, Mahad Al-Zaytun menggelar Simposium Nasional yang menghadirkan sekitar 50 profesor dan cendekiawan dari berbagai disiplin ilmu untuk membahas gagasan pembangunan 500 Pusat Pendidikan Berasrama Terintegrasi di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung pada 31 Mei hingga 1 Juni 2026 tersebut merupakan bagian dari rangkaian program pendidikan dan pengembangan pemikiran yang telah dijalankan Al-Zaytun sejak Hari Pendidikan Nasional 2025.

Selama periode tersebut, para profesor dan pakar dari berbagai bidang secara bergantian memberikan kuliah umum, pelatihan, seminar, dan simposium dengan tema

“Transformasi Revolusioner Pendidikan Berasrama Menuju Indonesia Modern Abad XXI dan 100 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.”

Gagasan pembangunan 500 pusat pendidikan berasrama ini diinisiasi oleh Syaykh Al-Zaytun, Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, S.Sos., M.P. Hasil pembahasan simposium disampaikan kepada masyarakat pada 1 Juni 2026 di Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin Al-Zaytun, bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila.

Menuju Memorandum Kebangsaan
Penyelenggara menyampaikan bahwa rangkaian diskusi dan kajian akademik yang berlangsung selama lebih dari satu tahun telah menghasilkan berbagai rekomendasi strategis yang dinilai layak dirumuskan sebagai memorandum kebangsaan untuk disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia dan para pemangku kebijakan nasional.

Konsep yang ditawarkan menitikberatkan pada pengembangan pendidikan berasrama yang terintegrasi dengan kebutuhan pembangunan nasional, dunia usaha, dan sektor industri guna mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju visi Indonesia Emas.

Konsep 500 Pusat Pendidikan Berasrama
Dalam rancangan yang diusulkan, setiap kabupaten dan kota di Indonesia diharapkan memiliki satu pusat pendidikan berasrama terpadu dengan luas lahan minimal 3.000 hektare.

Setiap pusat pendidikan dirancang untuk:
Menampung hingga 100.000 pelajar dan mahasiswa.

Mengembangkan pendidikan berbasis keterampilan dan kebutuhan industri.
Menempatkan sekitar 90 persen peserta didik pada jalur pendidikan vokasi atau politeknik dan 10 persen pada jalur akademik.

Mengintegrasikan pendidikan dengan sektor produksi dan industri guna mendukung kemandirian pendidikan.
Pendekatan Kurikulum LSTEAMS
Model pendidikan yang diusulkan menggunakan pendekatan LSTEAMS, yaitu:
Law
Science
Technology
Engineering
Arts
Mathematics
Spirituality
Dalam konsep tersebut, aspek hukum (Law) berfungsi sebagai landasan yang mengawal pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar tetap berada dalam koridor konstitusi, etika, hukum, serta nilai-nilai Pancasila.

Sementara itu, aspek spiritualitas (Spirituality) diarahkan untuk membentuk generasi yang berintegritas, disiplin, kreatif, produktif, berbudaya, dan memiliki kepedulian kemanusiaan.

Membangun Pusat Peradaban Pendidikan
Melalui model pendidikan berasrama terpadu, pusat-pusat pendidikan tersebut diproyeksikan berkembang menjadi Center of Civilization Building atau pusat pembinaan sumber daya manusia yang unggul secara intelektual, kuat secara mental, sehat secara sosial, dan matang secara spiritual.
Konsep ini juga diarahkan untuk melahirkan tenaga profesional, inovator, dan pemimpin masa depan yang mampu menghadapi tantangan global pada abad ke-22. Menurut penyelenggara, perpaduan antara pendidikan vokasi modern, kecerdasan buatan (AI), kemajuan teknologi, kolaborasi global, serta nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas dapat menjadi fondasi paradigma baru pendidikan Indonesia.

Bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila
Penyampaian hasil simposium pada 1 Juni 2026 dipilih karena bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. Momentum tersebut dinilai relevan untuk memperkuat komitmen pembangunan nasional yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, khususnya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Diikuti 50 Profesor dan Cendekiawan
Simposium diikuti oleh sekitar 50 profesor dan cendekiawan dari berbagai perguruan tinggi dan bidang keilmuan, meliputi pendidikan, hukum, teknik, pertanian, ekonomi, sosial, budaya, teknologi, serta berbagai ilmu terapan lainnya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni Ahad (31/5/2026) dan Senin (1/6/2026), menghasilkan sejumlah rekomendasi yang dirangkum dalam dokumen bertajuk “Deklarasi Pendidikan Indonesia Raya Abadi”, yang diumumkan pada peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleWajib Tahu: Simposium Nasional Al-Zaytun Rumuskan Konsep Pendidikan Berasrama untuk Indonesia Emas 2045
Next Article Wajib Tahu: 50 Guru Besar Deklarasi Pendidikan Indonesia Raya Abadi demi Transformasi Pendidikan Abad ke-22
penulis

Related Posts

Info Terkini: Prabowo Minta Semua Pihak Dukung Penuh Upaya BNN: Jangan Ada Ego Sektoral

Juli 25, 2026 4:58 pm

Info Terkini: Penampakan Uang Rp 165 Miliar Hasil Sitaan TPPU Narkotika BNN, Ditumpuk Berbentuk Piramida

Juli 25, 2026 4:50 pm

Info Terkini: Perkuat Integritas dan Profesionalisme, Polda Banten Gelar Pembinaan Rohani Personel

Juli 25, 2026 4:39 pm
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Wajib Tahu: Rekomendasi Guru Besar dan Cendikiawan Indonesia dengan tema “Transformasi Revolusional Pendidikan Berasrama Menuju Indonesia Raya Abadi”

Juni 5, 2026 5:00 am8 Views

Info Terkini: Lawang Pitu Dukung Penuh Anniversary ke-2 Rock in Halte Solo

Juli 12, 2026 9:23 pm6 Views

Wajib Tahu: Kemhan RI Gelar Sosialisasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara di Jember, Libatkan Pekerja dari Berbagai Sektor

Juni 27, 2026 4:14 pm5 Views
© 2026 indonesiasakti. Designed by Indonesiasakti.id.
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
  • Terkini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.